Mahalnya Idealisme, si Anak Hadal TB Silalahi (tanggapan)
2009-10-13 00:03:41
Oleh anjur


#Quote Artikel Saudara Poltak Simanjuntak, http://poltak.simanjuntak.or.id/?p=117#

Mahalnya Idealisme, si Anak Hadal TB Silalahi

20 July 2008  

Siapa yang tidak mengenal Letjen (Purn) TB. Silalahi? Setelah sukses dalam karir militer, berhasil juga menempatkan diri sebagai salah seorang putra Batak yang mampu menjadi tokoh nasional. Berbagai kegiatan sosial keagamaan dan budaya, sukses besar ditangannya. Kedekatan dengan lingkaran kekuasaan sejak Orde Baru, Orde Reformasi dan belakangan dengan SBY, membuatnya dalam posisi “bisa berbuat banyak”.

 

Aktualisasi Diri “Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon” :

Tampaknya keberhasilan karir militer dan berbagai jabatan organisasi sosial kemasyarakatan, menjadi modal utama hingga dapat mengumpulkan harta melimpah. Hal ini dapat terlihat dari kiprah TB. Silalahi dalam melakoni berbagai kegiatan yang mengundang decak kagum. Sedikit membingungkan memang, TB Silalahi yang bukan pebisnis itu, mampu meraih kesuksesan materi. Lihat saja, pembangunan Sekolah Plus di bawah Yayasan Sopo Surung, Pembangunan Wisma Ompu Herty, Pembangunan Perusahaan Air Mineral, terakhir Pembangunan TB. Silalahi Center, yang tergolong biaya tinggi itu.

....

....

Di antara segala bentuk keberhasilan TB. Silalahi, terselip pertanyaan yang menggoda untuk dijawab “Idelismekah?” atau “Mangalindanghon na gok, saja?” (menghamburkan yang sudah banyak dimiliki). Jika, TB. Silalahi ingin menjadi tokoh yang akan dikenang dalam kurun waktu yang lama. Jika, TB. Silalahi ingin menjadi sejarah, tentu pertanyaan tersebut sebaiknya, dijawab. Jawaban yang dibutuhkan, adalah seberapa jujur, seberapa lurus jalan yang ditempuh dalam mengumpulkan “hamoraon” yang dimiliki sekarang? Jika, dijawab maka TB. Silalahi akan menjadi tokoh handal, dan jika tidak, akan tetap sebagai “Anak Hadal”. Sebab, era keterbukaan sudah menghampiri kita!

Horas Pak TB. Silalahi

#Quote Artikel Saudara Poltak Simanjuntak, http://poltak.simanjuntak.or.id/?p=117#

Untuk itu kami akan mencoba memberi tanggapan atas artikel tersebut.

 # Humas TBSC - rks #

Kalau saudara Poltak mencintai Bonapasogit (Tanah Batak), seharusnya saudara tidak berpikir negatif akan apa yang telah dilakukan TB Silalahi dalam membangun kampung halamannya. Seolah-olah dia hanya mencari popularitas saja dengan mendirikan TB Silalahi Center dan Yayasan Soposurung, dll. Kalau saudara cermat menganalisanya, tanpa membangun apa-apa pun dikampung, beliau sudah populer di negara ini, beliau merupakan tokoh nasional dan malah terkenal sekali di Papua yang mayoritas penduduknya beragama Kristen dan di Sulawesi yang mayoritas beragama Islam.

Banyak sekali orang Batak yang kekayaannya jauh melebihi Bapak TB Silalahi akan tetapi tidak berbuat apa-apa terhadap kampung halamannya. Saudara perlu mengetahui bahwa sudah ratusan anak-anak Bona Pasogit lulusan SMA Yasop (tinggal di asrama dan gratis selama 15 tahun) telah berhasil meraih sarjana al. Dokter, Sarjana Tehnik, dsb yang sudah bekerja diperusahaan-perusahaan elit bukan saja hanya didalam negeri akan tetapi juga di luar negeri. Di Bona ni Pasogit sendiri sudah ada 6 dokter lulusan SMAN 2 Yasop yang bekerja. Ini sangat disyukuri oleh orang Batak khususnya.

Menjawab pertanyaan saudara darimana uang untuk membangun semua itu, perlu saudara ketahui bahwa investasi ke SMA Yasop yang kalau dihitung semua bisa mencapai 20 milyar itu adalah semuanya berasal dari sumbangan daripada tokoh-tokoh dari Jakarta baik yang berasal dari suku Batak maupun suku lain. Hal ini bisa anda lihat dari nama-nama bangunan yang ada di Yasop tertera nama-nama para donatur tersebut. Apakah saudara Poltak sudah pernah kesana?

Mengenai TB Silalahi Center, perlu juga anda ketahui bahwa tanah tempat gedung itu berdiri adalah tanah dari warisan nenek moyangnya sendiri, milik saudara-saudaranya sendiri dan tidak terlalu banyak biaya untuk membebaskannya. Nama kampung itupun adalah Pagar Batu Silalahi. Dulu gedungnya adalah pabrik air minum yang dibangun oleh investor yakni PT. Nyonya Meneer untuk memanfaatkan sumber air yang melimpah disana. Akan tetapi akhirnya pabrik itu ditutup karena selama berjalan lebih dari 15 tahun pabrik air minum tersebut (aeroz) selalu merugi. Atas kemurahan pimpinan jamu Ny. Meneer gadungnya dihibahkan kepada TB Silalahi dan gedung inilah yang kemudian direnovasi untuk mendirikan TB Silalahi Center yang bertujuan untuk memelihara dan mengembangkan budaya Batak karena TB Silalahi sangat mencintai dan bangga terhadap leluhurnya. Usaha ini sangat tulus karena banyak tokoh-tokoh nasional yang mendirikan yayasan atau center di Jakarta supaya bergengsi dan mendapat kehormatan yang akhirnya untuk tujuan politik. TB Silalahi Center berkedudukan di desa yang pada masa lalu termasuk desa miskin dan terpencil.

Tentang pernyataan saudara bahwa semua Jenderal kaya-kaya, anda salah besar. Karena banyak Jenderal-jenderal termasuk sahabat beliau yang miskin dan menderita dan malah untuk membayar pengobatan dan biaya rumah sakitpun mereka tidak mampu. Jenderal ataupun aparatur negara yang setingkat eselon satu non militer, sesudah pensiun statusnya sama saja. Ada yang kaya dan ada juga yang miskin tergantung daripada nasibnya. Khusus untuk TB Silalahi sesudah pensiun, dia langsung memegang jabatan Presiden Komisaris diberbagai perusahaan nasional maupun internasional yang gajinya lumayan besar dan dalam bentuk dolar. Gajinya sebulan jauh lebih besar dari biaya hidupnya.

Kalau dipikir-pikir apalagi sih yang beliau cari karena seperti yang saudara ungkapkan juga bahwa beliau sudah mencapai hamoraon, hagabeon dan hasangapon. Beliau merupakan tokoh nasional yang disegani di negara ini, walupun sudah pensiun dari militer dan menteri masih tetap dipakai yakni sebagai penasehat Presiden SBY. Apakah menurut anda dia masih perlu mencari popularitas? Sebelum berkomentar seharusnya anda mempelajari pribadinya terlebih dahulu. Ketika anda berkunjung ke TB Silalahi Center seharusnya anda baca dulu biografinya yang sudah dibuat dalam 2 buku yakni “anak hadal” dan “TB Silalahi bercerita tentang pengalamannya” dari sana anda akan mengenal pribadinya lebih dalam. Satu hal yang pasti bahwa dia selalu berpegang teguh pada ajaran agamanya yang mengatakan bahwa “semua yang dia perolah didunia ini adalah berasal dari Tuhan dan akan dia kembalikan kepadaNya” seperti yang selalu dinyanyikan di gereja HKBP ketika kollekte “Nasa na ni lehon Mi...hupasahat i tu Ho...” dan dia telah membuktikannya bahwa dia tidak henti-hentinya membangun kampung halamannya untuk orang Batak yang dicintainya walaupun tidak semua orang Batak itu menghargainya.

  # Humas TBSC - rks #

 

 


Tanggapan/Komentar

Nama
Mail
Website
Isi Komentar
Daftar Komentar
Siagian Berau pada tanggal 2010-06-21 08:11:36
Mauliate Amang TB Silalahi, buat karya dan usahanya menaikkan martabat bangso Batak. Banyak Jendral, banyak yang kaya raya tetapi hanya sedikit yang memberi perhatiannya untuk bangsonya sendiri.
Timur Siregar pada tanggal 2010-03-20 01:22:23
Marsipature hutana be"Marluga sitindaon mangalaosi sigapiton"Tujolo nilakkahon Tupudi sinarihon. Sukses selalu buat Bpk TB.Silalahi.yg cinta Bangso Batak.
DR. FRANS SILALAHI pada tanggal 2010-03-01 11:00:08
Apa yang dipikirkan sdr. Poltak Simanjuntak mungkin juga ditanyakan beberapa orang yang tidak mengenal TB Silalahi. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat krisis integritas yang melanda Indonesia. Pak TB Silalahi sudah sampai pada tingkatan kebutuhan Maslow yang disebut ssebagai Self Actualization atau aktualisasi diri, yang tidak mementingkan diri sendiri, tetapi berfokus pada pengembangan orang lain atau pengembangan komunitas. Kita harus menyadari bahwa seberapa bermaknanya hidup kita ini tidak ditentukan oleh seberapa banyak harta yang kita miliki, atau seberapa tinggi pendidikan yang kita capai atau seberapa penting jabatan yang kita duduki. Makna dari kehidupan kita sangat ditentukan oleh seberapa besar dampak hidup kita bagi orang lain. However, one thing that we need to remember, "our daily challenge is godly character".
Jefri Thomas Alpha Edison pada tanggal 2010-02-23 05:49:44
Teruskan karyamu Pak TB... Sesudah banyak berkarya nyata di bidang pendidikan, dan sosial kebudayaan, kiranya Bapak bisa meneladani karya Kristus yang hidup sebagai guru (pendidikan) dan tabib (kesehatan). Ayo pak, bukalah Rumah Sakit khusus di Tapanuli, yang bisa dijangkau oleh masyarakat kita dari kalangan yang kurang beruntung... Semoga berhasil mewujudkan...
Situngkir pada tanggal 2010-02-16 12:24:32
Inilah manusia, yang berpikiran negatif thinking, spy hidup bermakna sdh seharusnya kita semua positive thinking, menghrgai karya orang lain, memberikan sumbangsih u/ tanah kelahiran jgn asal ngmong doang. TBSC maju terus kibarkan bendeRa orang batak di tanah air, Horas
Comment Page 1 of 3 | Next

Artikel Terbaru
Festival Karnaval Hias Solu Bolon Batak Pertama sekali diadakan di Toba Samosir
oleh moderator
2010-08-16 04:56:46
PESTA BUDAYA TRADISIONAL BATAK
oleh moderator
2010-04-06 07:42:14
Benda-benda koleksi budaya batak di Museum Batak TB Silalahi Center
oleh moderator
2010-03-31 21:20:37


  Quote
Everything you do, do it with your heart

TB Silalahi


Latest Guest Book
Erick Michael
2010-07-25 13:18:05
Sukses selalu buat keluarga besar Silalahi !!! Regads, Erick Michael(Dumai - Riau)0819 ...

Leader Man
2010-07-23 13:48:26
Sekedar Informasi sebagai ingatan bagi kita orang Balige. Nenek moyang ...

Jefry
2010-07-07 22:00:58
Terima kasih buat Tuhan yang mengirimkan seorang Bapak TB Silalahi ...

haposan sianipar
2010-06-29 04:54:02
saya sangat bangga kepada pak.TB.silalahi yang telah membuktikan masih ada ...




Horas!
Anda pengunjung ke:
35

Your ads here, contact us.

 


Site best viewed with Mozilla Firefox 2.0 or higher | Your IP Address is Recorded : 38.107.191.103
This site is copyrighted.
All rights reserved by TB SILALAHI CENTER
design by :
ngetrend.com